Senin, 05 Desember 2011

Teori otomata

Teori Otomata adalah teori mengenai mesin-mesin abstrak, dan berkaitan erat dengan teori bahasa formal. ada beberapa hal yang berkaitan dengan Otomata, yaitu Grammar. Grammar adalah bentuk abstrak yang dapat diterima (accept) untuk membangkitkan suatu kalimat otomata berdasarkan suatu aturan tertentu.



Konsep Dasar

• Anggota alfabet dinamakan simbol terminal.
• Kalimat adalah deretan hingga simbol-simbol terminal.
• Bahasa adalah himpunan kalimat-kalimat. Anggota bahasa bisa tak hingga kalimat.
• Simbol-simbol berikut adalah simbol terminal :
  • huruf kecil, misalnya : a, b, c
  • simbol operator, misalnya : +, , dan *
  • simbol tanda baca, misalnya : (, ), dan ;
  • simbol tanda baca, misalnya : (, ), dan ;
  • string yang tercetak tebal, misalnya : ifthen, dan else.

• Simbol-simbol berikut adalah simbol non terminal /Variabel :
  • huruf besar, misalnya : A, B, C
  • huruf S sebagai simbol awal
  • string yang tercetak miring, misalnya : expr
• Huruf yunani melambangkan string yang tersusun atas simbol-simbol terminal atau simbol-simbol non terminal atau campuran keduanya, misalnya : α,β, dan ε
• Sebuah produksi dilambangkan sebagai α --> β, artinya : dalam sebuah derivasi dapat dilakukan penggantian simbol α dengan simbol β.
• Derivasi adalah proses pembentukan sebuah kalimat atau sentensial. Sebuah derivasi dilambangkan sebagai : α ==> β.
• Sentensial adalah string yang tersusun atas simbol-simbol terminal atau simbol-simbol non terminal atau campuran keduanya.
• Kalimat adalah string yang tersusun atas simbol-simbol terminal. Kalimat adalah merupakan sentensial, sebaliknya belum tentu.. Grammar :
Grammar G didefinisikan sebagai pasangan 4 tuple : Vt , Vn , S, dan P, dan dituliskan sebagai G(Vt , Vn , S, P), dimana :
Vt : himpunan simbol-simbol terminal (alfabet) = kamus Vn : himpunan simbol-simbol non terminal S C V : simbol awal (atau simbol start) P : himpunan produksi

Contoh :
1. G1 : VT = {I, want, need, You}, V = {S,A,B,C}, P = {S --> ABC, A--> I, B--> want | need, C--> You}
S --> ABC
--> IwantYou
L(G1)={IwantYou,IneedYou}
2. . G2 : VT = {a}, V = {S}, P = {S  aS | a}
S --> aS
--> aaS
 --> aaa                    L(G2) ={an --> n ≥ 1}
 
L(G2)={a, aa, aaa, aaaa,…}
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_otomata

Minggu, 23 Oktober 2011

Termonologi Teori Bahasa

Beberapa terminologi dasar dari sebuah teori bahasa diantaranya:
- Alphabet
- Concatination / penyambungan
- String

Dalam teori bahasa, Istilah huruf = karakter = simbol dan istilah kalimat = kata = string.

• Simbol / huruf / karakter
Merupakan sebuah elemen alphabet yang memiliki makna unik / tunggal, misalnya symbol A dan symbol B yang memiliki makna berbeda.
• Alphabet
Dilambangkan dengan huruf capital miring, alphabet adalah himpunan tak kosong yang berhingga dari symbol – symbol.
• Kata / kalimat / String
Kata merupakan dereten symbol –simbol dari suatu alphabet

Contoh :
C = {a,b,c,1,2,3}

* Contoh diatas merupakan contoh sebuah alphabet C yang memiliki 6 buah symbol
* Contoh sebuah kata / string dari alphabet C: acca, back, 132, a12, dst.
* Kata acca dengan caac memiliki makna yang berbeda.
* Kata acca, 121, abba memenuhi aturan palindrome (walaupun kata dibalik memiliki makna yang sama).

Mengenal Teori Bahasa dan Automata



Teori bahasa dan automata merupakan salahsatu komponen ilmu informatika, teori ini merupakan ide dan model fundamental yang mendasari sebuah system komputasi, teori ini juga bisa disebut sebagai sebuah teknik rekayasa untuk perancangan system komputasi.

Beberapa bidang ilmu lain yang mendukung pengembangan metode komputasi :


1. Biologi

Mempelajari jaringan neuron yang mengilhami ditemukanannya finite automata.


2. Rangkaian Elektronika

Mempelajari teori switching sebagai perancangan perangkat keras menggunakan finite automata.


3. Matematika

Mengembangkan system logika yang berguna untuk masalah pembuktian automata.


Beberapa model komputasi dalam automata:


1. Finite automata (FA)

Sering juga disebut dengan Finite State Automata (FSA). Terdiri dari Deterministic Finite Automata (DFA) dan Non Deterministik Finite Automata (NDFA). Teori dasar dari FA sangat umum yaitu system pada saat berada di salahsatu state dari sejumlah state bergerak diantara state-state secara dapat diproduksi yang bergantung pada masukan ke system. Salah satu penerapannya adalah kompilasi/translasi bahasa pemograman tingkat tinggi menjadi bahasa mesin yang ekivalen. Finite automata merupakan jenis otomata yang tidak memiliki memori sementara, FA adalah kelas mesin dengan kemampuan paling terbatas.


2. Pushdown Automata (PA)

Terdiri dari Deterministic Pushdown Automata (DFA) dan Non Deterministik Pushdown Automata (NDFA). PA memiliki memori sementara dengan mekanisme stack LIFO (Last In First Out).


3. Turing Machine (TM).

Memiliki mekanisme Random Access Memory.


Dalam teori bahasa dan Automata digunakan model state (State Machine Model). atau biasa disebut model transisi (State Transition Model), pengembangan teori automata difasilitasi dengan perkembangan bidang Psycho Linguistik.

*Dasar-dasar teori bahasa dan automata



Teori bahasa dan automata merupakan salah satu komponen ilmu informatika, teori ini merupakan ide dan model fundamental yang mendasari sebuah system komputasi, teori ini juga bisa disebut sebagai sebuah teknik rekayasa untuk perancangan system komputasi.

Beberapa bidang ilmu lain yang mendukung pengembangan metode komputasi :

1. Biologi
Mempelajari jaringan neuron yang mengilhami ditemukanannya finite automata.

2. Rangkaian Elektronika
Mempelajari teori switching sebagai perancangan perangkat keras menggunakan finite automata.

3. Matematika
Mengembangkan system logika yang berguna untuk masalah pembuktian automata.

* Beberapa model komputasi dalam automata:

1. Finite automata (FA)
Sering juga disebut dengan Finite State Automata (FSA). Terdiri dari Deterministic Finite Automata (DFA) dan Non Deterministik Finite Automata (NDFA). Teori dasar dari FA sangat umum yaitu system pada saat berada di salahsatu state dari sejumlah state bergerak diantara state-state secara dapat diproduksi yang bergantung pada masukan ke system. Salah satu penerapannya adalah kompilasi/translasi bahasa pemograman tingkat tinggi menjadi bahasa mesin yang ekivalen. Finite automata merupakan jenis otomata yang tidak memiliki memori sementara, FA adalah kelas mesin dengan kemampuan paling terbatas.

2. Pushdown Automata (PA)
Terdiri dari Deterministic Pushdown Automata (DFA) dan Non Deterministik Pushdown Automata (NDFA). PA memiliki memori sementara dengan mekanisme stack LIFO (Last In First Out).

3. Turing Machine (TM).
Memiliki mekanisme Random Access Memory.

Dalam teori bahasa dan Automata digunakan model state (State Machine Model). atau biasa disebut model transisi (State Transition Model), pengembangan teori automata difasilitasi dengan perkembangan bidang Psycho Linguistik.

Sumber : http://prayoga.wordpress.com/category/teori-bahasa-dan-automata/